trustnews.id

GELIAT BUMD PESAWARAN
Istimewa

GELIAT BUMD PESAWARAN

DAERAH Minggu, 13 Februari 2022 - 05:11 WIB TN

Sejak tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, secara resmi mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan nama Perseroan Daerah (Perseroda) Aneka Usaha Laba Jaya Utama. Dari kegiatan bisnis dan program kerja yang dilaksanakan PerserodaBUMD Pesawaran sebagai upaya untuk menciptakan PAD dengan menggeliatnya perekonomian di masa pandemi Covid-19.

Berdirinya BUMD tersebut diyakini sejumlah pihak bakal memantapkan jenis usaha yang akan dikelola BUMD, khususnya industri pengolahan coklat. Di industri ini langkah yang dikembangkan sudah cukup jelas, di antaranya dengan meningkatkan utilitas infrastruktur di lokasi pengolahan coklat yang lebih representatif. Selain itu juga bekerja sama dengan ASITA Provinsi Lampung untuk mensinergikan program kunjungan wisatanya; membuat outlet penjualan coklat mandiri di Bandar Lampung maupun dengan mitra.

Dalam memproduksi coklat, BUMD Pesawaran mengelola Mini Pabrik pengolahan Coklat Andan Jejama. Tidak berhenti disitu, perusahaan daerah yang dikomandani Ahmad Muslimin, SE, selaku Direktur Utama, juga mengedukasi petani coklat untuk memproduksi biji coklat kering fermentasi dan hasilnya dibeli oleh BUMD Pesawaran.

“Kemudian biji coklat kering fermentasi di produksi jadi coklat olahan siap saji dan siap dikonsumsi oleh publik. Brand produk "KAHUUT" dengan sejumlah vari-an,” ujar Direktur Utama BUMD Pesawaran Ahmad Muslimin kepada Trustnews.

Pengembangan usaha yang dilakukan BUMD Pesawaran dalam meningkatkan pemasukan daerah tidak hanya berhenti sampai disitu. Perusahaan plat merah ini juga memproduksi beras yang gabah keringnya langsung dibeli dari petani.

Mereka juga bersinergi dengan pabrik penggilingan beras desa di lingkup Kabupaten Pesawaran untuk memproduksi beras berkualitas medium dan premium dengan brand "Andan Jejama" kemasan; 5kg, 10kg dan 25kg.

“BUMD Pesawaran juga menjadi penghubung antara petani dan buyer. Kami menciptakan program pejuang tani, yakni petani sebagai supplier atau farmer buyer secara langsung. BUMD Pesawaran sendiri yang memperjuangkan petani untuk mendapatkan off taker/buyer yang membeli hasil panen petani. Dan dari langkah yang kami lakukan banyak perusahaan yang merespon positif program ini,” ungkapnya.

Ahmad Muslimin mengakui, berbagai program yang mereka kembangkan merupakan terobosan-terobosan baru yang inovatif. Langkah ini sangat sesuai dengan himbauan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona.

Dia beserta jajarannya berusaha membawa perusahaan menjadi lebih kompetitif, produktif serta memberikan kontribusi dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah guna pembangunan perekonomian.

Semua langkah tersebut dilakukan dengan landasan tekad yang kuat, disiplin, kejujuran, profesionalitas dan semangat kerja keras, untuk terus mengembangkan perusahaan dengan menerapkan strategi-strategi dan perencanaan yang baik.

Beberapa strategi dan perencanaan tersebut di antaranya melakukan tata kelola dan manajemen perusahaan yang baik untuk meminimalkan risiko yang bisa memberikan kerugian bagi perusahaan. Kemudian skenario pengembangan perusahaan disusun berdasar faktor-faktor kunci yang berpengaruh pada pengembangan daya saing perusahaan.

Penyusunan rencana kerja anggaran perusahaan yang ditunjukkan pada investasi strategis dan pengembangan usaha yang memiliki prospek baik. Kemudian meminimalkan biaya operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas dan lebih memprioritaskan usaha-usaha yang produktif

Lalu mendorong manajemen perusahaan untuk bisa lebih berkembang dan mampu menghadapi perkembangan kondisi persaingan usaha yang semakin komplek.

Dalam menunjang keberhasilan bisnis BUMD Pesawaran membuat program kerja jangka pendek dan menengah dalam bentuk kegiatan. Diantaranya; Program Pekerja Ngabdi Sosial (PNS) berupa kegiatan membuka lapangan kerja bagi individu dengan jadi PNS BUMD Pesawaran sebagai mitra untuk memasarkan aneka produk yang ada di BUMD Pesawaran.

Selain itu ada Program Kapulaga Organik Makmurkan Petani Indonesia (KOMPI) berupa kegiatan edukasi dan pendampingan dalam budidaya hortikultura jenis rempah/biofarmaka secara tumpang sari di dalam lahan perkebunan milik petani.

Ada juga Program KOMPPAK(Kakao Organik Manten Palawija, Pisang Asimilasi Kelapa genjah) berupa kegiatan peremajaan kebun kakao tanaman tua/tanaman rusak.

Bahkan, tidak ketinggalan Program TAlas Merah pesawaRAn Organik Kebangkitan Ekonomi(TAMARA OKE) berupa kegiatan budidaya talas merah secara tumpang sari lahan perkebunan milik petani. Petani tanam talas dan hasil panennya dijual ke buyer.

“Semoga Pandemi Covid-19 segera berakhir.Perekonomi segera tumbuh pesat. Merah Putih Fund yang sedang di Galang oleh kementerian BUMN RI bisa segera terwujud agar ada modal kerja dan modal investasi yang bisa di akses dengan mudah oleh para pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak di multi sektor. Regulasi dan kebijakan pemerintah lebih baik lagi untuk menumbuh kembangkan perekonomian nusa bangsa Indonesia,” tandas Muslimin. (TN)