trustnews.id

PT Asmin Bara Bronang Optimalkan Pengelolaan Batu Bara
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID,. - Sejarah itu tercatat di penghujung perhelatan KTT Iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia, 2021 lalu. Ketika 23 negara sepakat mengurangi konsumsi batu bara.

Terdapat kesepahaman dalam memandang batu bara. Bahwa fosil tumbuhan itu berdaya rusak tinggi karena menciptakan emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar, dan sebabnya dianggap mengancam sasaran iklim global.

Perjanjian di Glasgow mengikat negara peserta untuk mengakhiri konsumsi batu bara untuk produksi listrik pada dekade 2030-an. Mereka juga berkomitmen menghentikan investasi batu bara di dalam dan luar negeri.

Dampaknya, industri batu bara langsung memasuki masa sunset. Pamornya mulai pudar seiring dunia yang bertransisi dari bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan. Hanya saja, meski ikut menyetujui, Indonesia masih memiliki cadangan batu bara yang sangat besar.

Cadangan batu bara Indonesia diperkirakan akan habis pada 2096. Perhitungan tersebut merupakan hasil simulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan asumsi cadangan yang ada saat ini mencapai 32,38 miliar ton dan setiap tahun diproduksi sebesar 400 juta ton.

Erdhani, Kepala Teknik Tambang PT ABB, mengatakan bisnis batu bara cenderung volatile karena bergantung kepada indeks harga batu bara sebagai acuan.

"Sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan batu bara, PT Asmin Bara Bronang (PT ABB) akan berusaha untuk memaksimalkan produksi batubara sesuai dengan rencana yang telah disetujui Kementerian ESDM," ujar Erdhani kepada TrustNews.

Diakuinya, tambang tidak akan selamanya berada atau beroperasi, termasuk PT ABB. Dengan visi to be A-Plus Coal Company, PT ABB terus mengoptimalkan aktivitas pertambangan, tidak terkecuali aspek safety, lingkungan dan program PPM agar mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada stakeholder dengan terwujudnya A-Plus People, A-Plus System dan A-Plus Product.

Perusahaan yang berdiri tahun 1993 itu mengantongi kontak karya batubara generasi ketiga atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) itu dengan pemerintah sejak 1999 untuk menggarap konsesi batubara di Kalteng. Izin ini berlaku untuk pengusahaan penambangan batubara selama 30 tahun di wilayah konsesi di tiga blok, Mamput, Bekanon, dan Merangun. Semuanya berada di Kabupaten Kapuas dan Murung Raya, Kalteng.

Cadangan batubara yang tersimpan di wilayah izin PT ABB itu berdasarkan pengukuran pada 2015 silam sebanyak 509.895.800 MT berada di total luas area sebesar 24.980 hektar. Batubara PT ABB sendiri dikenal sebagai batubara A-Plus, lantaran berupa batubara premium tersebut. Dan batubara kelas premium yang dijual itu memiliki nilai AFT tinggi (>1.500 derajat celcius).

Karena menghasilkan produk A-Plus tersebutlah, PT ABB sendiri menjadi A-Plus sebagai Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan. Visinya adalah ‘To be A-Plus Coal Mining Company’ dan misinya: Deliver A-Plus presents to All Stakeholder, through: BE-APLUS, yakni Be asset to the Nation, Extraordinary effort to develop community around the mine area, aligning all the business process for substantiate growth, Product excellence in all aspects, Leading and motivating human aspect to its fullest, using high standards to manage the company, Strong culture.

Dijelaskannya, dari sisi teknis, PT ABB memiliki inovasi ke depan dalam hal memaksimalkan produksi berdasarkan sumber daya yang terkandung dengan memastikan operation excellence dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan kerja dan aspek lingkungan.

Sedangkan dari sisi CSR, PT ABB akan senantiasa berinovasi melalui program-program yang diimplementasikan disesuaikan dengan hasil social mapping yang di-update maksimal setiap 2 tahun sekali dan sejalan dengan Rencana Induk PPM PT ABB yang sudah disusun.

"PT ABB terus berupaya mencapai operation excellence dalam hal pertambangan sehingga bisa sesuai dengan rencana yang sudah diajukan dan disetujui oleh Kementerian ESDM dengan tetap menjaga performa safety dan aspek lingkungan," ujarnya.

"Selain itu keberadaan PT ABB dapat memberikan kontribusi maksimal bagi stakeholder terutama warga desa yang terdampak langsung dari aktivitas operasional PT ABB melalui penerapan Program PPM menuju Masyarakat yang mandiri," pungkasnya.