trustnews.id

OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara  Dorong kebangkitan UMKM Sumut Melewati Pandemi
Yusup Ansori Kepala OJK Regional 5 Sumbagut

Pandemi Covid-19 memberikan hantaman yang luar biasa bagi sektor UMKM, tak terkecuali UMKM di Sumatera Utara.

Aktivitas ekonomi yang melambat karena terbatasnya mobilitas mengakibatkan menurun drastisnya pendapatan usaha pelaku UMKM. Tidak tinggal diam, OJK mengeluarkan stimulus restrukturisasi yang tidak hanya membantu sektor UMKM dari sisi relaksasi pembayaran angsuran, namun juga memberikan kelonggaran pencadangan kredit kepada sektor jasa keuangan seperti perbankan dan perusahaan pembiayaan.

Berbagai upaya relaksasi yang diluncurkan oleh OJK menunjukkan hasil positif. Hingga Januari 2022, restrukturisasi kredit yang berhasil dilaksanakan di Sumatera Utara mencapai Rp 24,73 triliun kepada 352 ribu rekening debitur, atau 93% dari total restrukturisasi yang diajukan. Stabilitas sektor perbankan pun tetap terjaga seiring dengan fungsi intermediasi yang semakin membaik dan profil risiko yang memadai. Per Januari 2022, total kredit perbankan di Sumut mencapai Rp 216 triliun dengan rasio NPL relatif rendah 2,76%.

Hal yang menggembirakan lainnya adalah tumbuhnya outsanding Kredit UMKM di Sumut sebesar 12,52% yoy. Pencapaian Kredit UMKM sebesar Rp 64,87 triliun telah berhasil mencapai komposisi 30,28% dari total kredit di Sumut. Ini sudah melebihi target nasional 30% yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi di tahun 2024.

Tidak hanya itu, indikator menggeliatnya kembali aktivitas perekonomian di Sumut baik dari sektor riil maupun belanja masyarakat, ditunjukkan oleh tumbuhnya kredit konsumtif sebesar 8,32% yoy. “Berbagai pencapaian positif ini tidak lepas dari upaya sinergi OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara bersama-sama dengan seluruh stakeholder khususnya Pemerintah Daerah, Regulator, Lembaga Jasa Keuangan, Akademisi, dan Asosiasi.” Ujar Yusup Ansori, Kepala OJK Regional 5 Sumbagut.

Tidak hanya berfokus pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional, OJK Regional 5 Sumbagut juga berperan aktif dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan untuk masyarakat Sumut melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Saat ini di Sumut, seluruh kabupaten/ kota telah berperan aktif dalam pelaksanaan program TPAKD, terdiri dari 1 TPAKD tingkat provinsi dan 33 TPAKD tingkat kabupaten/kota dan menjadikan Sumatera Utara sebagai provinsi dengan jumlah TPAKD terbanyak secara nasional.

TPAKD di Sumut berupaya mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluasluasnya kepada masyarakat melalui berbagai inovasi produk & jasa keuangan, serta untuk menggali potensi ekonomi daerah dalam rangka pemerataan dan kemandirian daerah.

Hasilnya sangat membanggakan. TPAKD di Sumut berhasil meraih 2 kali penghargaan TPAKD Award Nasional secara berturut-turut untuk tahun 2020 dan 2021. Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Langkat dinobatkan sebagai Provinsi dan Kabupaten dengan penyediaan akses keuangan terbaik untuk TPAKD Award 2020. Berikutnya pada tahun 2021, Provinsi Sumatera Utara kembali dinobatkan  sebagai provinsi terbaik dalam penyediaan ragam akses keuangan, dan Kota Tebing Tinggi dinobatkan sebagai kota terbaik dalam inovasi program pemberdayaan UMKM.

Beberapa capaian program kerja TPAKD di Sumut berfokus kepada UMKM, sejalan dengan semangat pemerintah dalam membangkitkan kembali sektor UMKM. Kredit Usaha Rakyat (KUR)di tahun 2021 tumbuh 62,71% dengan program unggulan KUR Klaster Tani Kopi dan Jagung di Kabupaten Dairi, Tapanuli Utara, dan Pakpak Bharat yang telah disalurkan sebesar Rp 85,74 miliar kepada 4.055 petani.

Selain itu, TPAKD Sumut juga mendorong pelaku UMKM untuk berani memasarkan produknya keluar negeri melalui program UMKM Go Export. “Saya melihat produk-produk khas Sumut memiliki keunggulan dan kualitas yang tidak kalah saing dengan produk dari negara lain, contohnya seperti kopi dan keripik. UMKM Go Export akan menjadi pembuka jalan untuk teman-teman UMKM kita agar naik level,” ucap Yusup dengan optimis.

Melalui event UMKM Expo dan Pelatihan UMKM yang diselenggarakan akhir tahun 2021 kemarin di Toba dan Medan dengan tema “UMKM Toba Vaganza, Satu Dasawarsa OJK: UMKM Bangkit Ekonomi Tumbuh”, OJK Regional 5 Sumbagut bersama dengan OJK Kantor Pusat Jakarta menghadirkan berbagai pelatihan dan business matching untuk UMKM. Puluhan UMKM di Sumut diberikan spotlight agar mampu menampilkan produk-produk andalannya seperti kerajinan tangan, kriya, fashion, perdagangan hasil bumi, maupun kuliner.

Tujuannya agar membuka peluang investor dan ekspor yang lebih luas. Pelaku UMKM juga mendapatkan berbagai topik pelatihan pengembangan usaha seperti pelatihan teknik pemasaran, strategi digitalisasi, cara ekspor produk, manajemen risiko bisnis, akses pembiayaan, hingga topik mengenai waspada investasi dan pinjaman online ilegal.

Digitalisasi pun tidak luput dari fokus OJK bersama dengan TPAKD. Program UMKM Go Digital yang diluncurkan diharapkan membantu pelaku UMKM memasarkan produknya pada skala yang lebih besar melalui platform e-Commerce seperti Shopee dan UMKMMU. Belum lagi ditambah dengan program One Village One Agent (OVOA) dimana hingga saat ini 86% desa di Sumut telah memiliki agen Laku Pandai (Branchless Banking). Berbagai capaian di atas tidak serta merta membuat OJK Regional 5 Sumbagut terlena karena program Pemulihan Ekonomi Nasional tidak mengenal kata berhenti.

“Kami sadar bahwa masih banyak teman-teman UMKM yang usahanya belum bangkit sepenuhnya. Oleh karena itu, kami bersama seluruh stakeholder tetap akan berinovasi dan memberikan support sepenuhnya kepada UMKM di Sumut sesuai tagline TPAKD Sumut yaitu 3K: Komitmen, Kolaborasi, dan Keberlanjutan.”, tutup Yusup. (TN)