trustnews.id

Garda Pemuda Nasdem Usul dan Siap Kawal Buya Syafi’i Ma’arif Jadi Pahlawan Nasional
Mendiang Buya Syafii Maarif

Padang - Garda Pemuda NasDem (GPND) kembali menghelat Tadarrus Kebangsaan dengan tema Meniti Jejak Mulia Buya Syafi’i Maarif di Sumatera Barat, Rabu (26/10/2022). Acara itu digelar sebagai bentuk penghormatan kepada tanah kelahiran Buya Syafi’i Maarif, yang sebelumnya acara serupa digelar GPND di Yogyakarta.

Dalam acara ini GPND mengusulkan dan siap mengawal Buya Syafi’i Ma’arif menjadi Pahlawan Nasional. Tidak hanya itu, DPP GPND memberikan 2000 bibit pohon Alpukat, Manggis dan Durian kepada DPW Garda Pemuda NasDem Sumatera Barat.

Diketahui, Acara Tadaarus yang berada di bawah payung Peran strategis Pemuda, Merawat Kemanusiaan, Merajut Kebangsaan ini dihadiri oleh Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Buya Sofwan karim, Ketua PWNU Sumbar H Genefri, Rektor ISI Padang Panjang Prof. Noversal Jamarun, Ketua Komisi Koteketik Keuskupan Padang P. Ganda Jaya Nababan, Waloikota Padang H. Fadly Amran, Wakil Bupati Lima Puluh Kota Rizki Kurniawan Nakasri dan Peneliti Senior Maarif Instutute David Krisna Alka.

Sekretaris Jenderal DPP Garda Pemuda Nasdem, Moh. Haerul Amri mengatakan Gelaran Tadarus Kebangsaan: Meniti Jejak Mulia Buya Syafi’I Maarif ini merupakan yang kedua, setelah pertama kali digelar di Yogyakarta sebagai bentuk penghormatan atas daerah di mana Buya Syafi’i berkiprah hingga menghabiskan usianya, dan kali ini kami berada di Sumbar menggelar acara serupa di daerah kelahiran Buya Syafi’i.

“Dengan keteladan Buya Syafi’i Ma’arif dalam bernegara dan keislaman yang merupakan putra bangsa terbaik dengan banyaknya legacy yang ditinggalkannya, maka dari itu Garda Pemuda Nasdem akan mengusung dan mengawal Buya Syafi’i Ma’arif menjadi Pahlawan Nasional,” kata Haerul Amri yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi X.

Haerul menilai, ajaran Buya dan semangat restorasi yang digaungkan Partai NasDem memiliki visi yang mirip, Buya memandang adanya kebutuhan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dan khususnya umat Islam di segala bidang, karena itu perlu dilakukan langkah-langkah bagaimana mendorong anak-anak muda untuk memasuki pusat kekuasaan.

“Buya telah menunjukkan karakter dan jalan menuju restorasi Indonesia dan Partai NasDem dapat menjadi kendaraan untuk memastikan sampai tujuan,” imbuhnya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Provinsi Sumbar yang juga merupakan Walikota Padang Panjang, Fadly Amran mengatakan gagasan-gagasan putra asli minang Buya Syafi’i Ma’arif yang adil dan dapat merukunkan serta perlu dicontoh nilai-nilai yang beliau ajarkan, sudah sepantasnya Buya Syafi’i Ma’arif menjadi Pahlawan Nasional.

“DPW Nasdem Sumatera Barat Siap Mendukung Buya Syafi’i Ma’arif menjadi Pahlawan Nasional,” tegas Fadly.

Gagasan Buya Syafi’i Ma’arif Menjadi Pahlawan Nasional pun juga di aminkan dan didukung oleh Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Barat, Buya Syofwan Karim. Buya Syofwan Karim mengatakan Buya Syafi’I Ma’arif memiliki akidah yang kokoh, seorang yang loyal dan kritis. Loyal terhadap islam dan keindonesia. Kritis kepada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat Indonesia.

“Kami pun PW Muhammadiyah Sumatera Barat menginginkan Buya Syafi’i Ma’arif menjadi Pahlawan Nasional, Alhamdulillah Garda Pemuda Nasdem juga turut mendukung dan mengawal hal ini,” kata Buya Syofwan.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasari yang. Juga merupakan Ketua GPND Sumatera Barat mengatakan Buya Syafi’i Ma’arif seorang pembelajar, konsep kerukunan beliau suarakan. Kita sebagai pemuda pemudi perlu belajar dari beliau yang tidak pernah berhenti belajar. “Sebagai generasi muda kita perlu mengikuti jejak pemikiran beliau, diantarnya saling menghormati, menjadi pribadi yang terus belajar dan berkontribusi bagi negara,” kata Rizki.

Pihak keluarga Buya Syafi’I Ma’arif, Asmul Khairi mengucapkan terimakasih kepada Garda Pemuda Nasdem telah menyelanggarakan Tadarus Kebangsaan untuk Buya Syafi’i Ma’arif. “Atas nama keluarga mengucapkan penghargaan kepada Garda Pemuda Nasdem dan Partai Nasdem telah mengingat Buya Syafi’i Ma’arif meski telah wafat 5 bulan lalu,” kata Asmul.