trustnews.id

Arief Poyuono  : Ade Armando Diduga Kehilangan Kewarasannya Membela Pengemplang Kredit Jumbo di Bank Mandiri
Arief Poyuono

Jakarta, Politisi Partai Gerindra, Arief Poyuono mengaku kecewa dengan sikap pembelaan  pegiat sosial dan juga Dosen Komunikasi Politik UI, Ade Armando terhadap PT Titan Infra enerrgi yang merupakan Debitur nakal pada mandiri  seperti nya ada pesan sponsor.

 

"Sangat  jelas ade armando influencer medsos yang pernah jadi korban pengeroyokan massa hingga ditelanjangi oleh massa,sama sekali engga paham untuk menelanjangi skandal debitur nakal bank mandiri malah justru membalas ingin mengeroyok bank mandiri yang jadi korban wanprestasi nya PT Titan Infra Energi yang selama beberapa tahun mencoba mengemplang kredit di bank mandiri alias status kreditnya macet ," kata Arief Poyuono,Sabtu (24/9/2022).

 

Arief menyebutkan bahwa terlihat Ade Armando kagak paham duduk persoalan kredit macet PT Titan Infra Energi sudah jelas jelas Bank Mandiri yang dirugikan oleh PT Titan Infra Energi

 

Terkait  Bomba Group yang ditawarkan untuk  mengambil alih aset kredit macet PT Titan infra energi  dari bank mandiri secara hukum & UU perbankan  tidak ada yang dilanggar, karena memang tugas dari head consorsium ( bank mandiri) pemberi kredit terbesar dalam penguncuran kredit ke PT Titan Infra Energi punya hak untuk mencarikan investor baru,akibat  setoran pembayaran angsuran kredit  PT Titan Infra Energi yang diduga disengaja dimacetkan   oleh PT Titan Infra Energi dan yang diduga digelapkan oleh PT Titan infra Energi dan mengarah ketindak pidana TPPU. 

 

"Tapi Tuduhan Ade Armando terhadap Kredit usaha Iwan Bomba di Bank BNI dan BTN yang tanpa data yang jelas, justru bisa masuk ranah tindak pidana terhadap Ade Armando ," ucapnya.

 

Sementara itu, karena ulasan Ade Armando Terkait Pengemplang Kredit di Bank Mandiri yang tidak pakai data data yang jelas tanpa konfirmasi ke Bank Mandiri justru merugikan Bank Mandiri, serta tuduhan ke Iwan Bomba yang dikatakan kreditnya di Bank BNI & Bank BTN tidak mengunakan agunan ini juga ngawur dan tanpa data yang jelas. mana bisa seperti karena penyaluran kredit di perbankan itu diawasi oleh OJK. 

 

"Jadi tolong Ade Armando waras berpikirnya. jangan jangan sudah hilang kewarasannya akibat digebuki massa anti tiga periode Jokowi," ungkapnya.

 

Menurut dia, Pat Titan tidak perlu mencari dukungan," Kalau orang model Ade Armando.. lunasi saja kredit macet beres ," ucapnya.

 

Selain itu, Kejaksaan Agung juga harus turun tangan  nih untuk memeriksa dugaan penggelapan angsuran PT Tintan infra energi yang bertendensi masuk ranah tindak pidana korupsi.