trustnews.id

PT Agrobisnis Banten Mandiri MEMBANGUN TATA NIAGA BARU BANTEN
Ilham Mustofa Direktur Operasional PT Agrobisnis Banten Mandiri

Tugas besar diemban PT Agrobisnis Banten Mandiri dalam membangun industri pangan di Banten. Termasuk membangun sistem ketataniagaan yang baru di Banten.

PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), tak ubahnya kalimat pepatah, “Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Banten, ini memiliki visi menjadi perusahaan Agrobisnis yang Maju dan Mandiri untuk kedaulatan pangan di Banten dan Indonesia.

Dengan misi yakni mengelola fasilitas yang berhubungan dengan sentra perdagangan dan usaha Agro di Banten, mengelola aset perusahaan dan Pemerintah Daerah untuk dijadikan kawasan pangan yang produktif dan mensejahterakan.

Kemudian, menciptakan rantai bisnis baru dalam bidang Agro yang terpadu dan memberdayakan. Dan, memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membantu menggerakan Perekonomian Daerah.

Ilham Mustofa, Direktur Operasional PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM), mengatakan, tujuan utama hadirnya ABM tidak lagi hanya bicara soal ketahanan pangan, tapi sudah pada level kedaulatan pangan di Banten.

"Kehadiran Agrobisnis Banten Mandiri dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan di Banten. Kalau sudah berdaulat, dia bisa berbagi. Gambaran sederhananya seperti itu," ujar Ilham Mustofa menjawab TrustNews.

Meski menyandang nama Agrobisnis, lanjutnya, ABM juga memiliki Rencana Bisnis (Renbis) lima tahun untuk masuk ke sektor peternakan sapi perah. Pertimbangannya, posisi Banten yang dekat dengan Ibu Kota membuka peluang sebagai pemasok sapi perah.

Selain itu, kondisi geografis Banten memiliki dataran tinggi yang cocok untuk prngembangan sapi perah.

"Kita punya brand Agro Banten Dairy Industry (ABDI) di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dengan populasi 200 ekor sapi dan akan dikembangkan dengan pola ternak rakyat," urainya.

"Peternakan sapi perah menjadi sejarah bagi Banten, karena hadir dengan sistem smart fram dengan teknologi modern. Ini sekaligus menjawab persoalan nasional bahwa 80% susu masih impor susu. Fresh milk jadi jawaban kita untuk ABM farm,"paparnya.

Sedangkan pada bisnis penggilingan beras (rice milling) dijelaskan, ABM diarahkan pada industri gilingan padi rice milling atau penggilingan padi berskala besar.

Baginya, penggilingan beras modern bisa menyerap gabah petani lokal secara optimal bahkan hasilnya nanti bisa menciptakan beras premium. Karena beras medium super sudah banyak dihasilkan petani di Tanah Jawara.

"Penggilingan beras modern agar gabah Banten nih tidak keluar, karena biasanya kita produktivitas tertinggi ketiga nasional. Tapi gabahnya keluar dari Banten dulu, kemudian masuk lagi ke Banten dalam bentuk jadi. Nah ABM dengan rice milling menghadirkan industri hilirisasinya," jelasnya.

Selain menggarap peternakan sapi perah dan penggilingan beras, lanjutnya, ABM juga masuk dalam bisnis Agro Hub (Distribution Center) dan Modern Agro Supply Chain di Provinsi Banten.

Melalui pengembangan Agro-Hub (distribution center) dan Modern Agro Supply Chain, ABM akan menyediakan warehouse, packing house dan display product atau Agro Mart Untuk memudahkan proses pengemasan, penyimpanan sampai kepada pendistribusian hasil pertanian yang berada di Provinsi Banten kepada pasar.

"Kita mengembangkan sektor Agro-Hub & Logistik atau lebih mudah kita sebut ABM Mart berbentuk palzabanten.com. yakni platform perdagangan elektronik atau sering disebut toko daring," ujarnya.

"Tujuannya menjembatani para pelaku UMKM dan perorangan khususnya di Provinsi Banten dalam mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara daring untuk dan dari warga Banten," tambahnya.

Ketiga sektor tersebut, lanjutnya, menjadi bisnis inti (core business) ABM dalam upayanya mewujudkan 'Banten Berdaulat Pangan 2025'.

"Kenapa harus agro industri, karena petani rakyat dan pekebun rakyat itu harus di-scale up dengan pendekatan industri. ketika mendengarkan industri di Agro, maka kita hadirkan 5 agro industri, yakni ada agro Banten Poultry industry untuk unggas dengan kemitraan unggasnya. Agro Banten Plantation industry yakni, perkebunan dengan pendekatan agro industri, lalu Agro Banten Rice Mill industry, Agro Banten Dairy industry yang tadi dan yang ke 5 itu Agro Banten Fishery industry," paparnya.

"Jadi pertanian, peternakan, perkebunan, kehutanan dan kelautan menjadi satu kesatuan yang kita garap. Tidak saja produksinya, tapi juga distribusi dan marketingnya dengan menggunakan pola kerakyatan dengan membangun sistem ketataniagaan yang baru di Banten," pungkasnya. (TN)