trustnews.id

BBPLK Bekasi Mencetak Animator, Otomasi 4.0, Refigrasi Hingga Barista Handal
Foto: istimewa

BBPLK Bekasi memastikan agar kompetensi yang dimiliki SDM Indonesia sudah sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi digital, seperti halnya revolusi industri 4.0.

Revolusi industri merupakan perubahan secara cepat dalam bidang industri yang beralih kepada mesin berteknologi tinggi. Revolusi industri generasi keempat atau 4.0 ditandai dengan kemunculan komputer super, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.
Kepala Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Herman, mengatakan,  Untuk menghadapi revolusi industri tersebut pemerintah memulai memprioritaskan terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). 
“Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi merupakan unit pelaksana teknis pusat bidang pelatihan telah melaksanakan vocational training untuk menjawab tantangan yang ada. Melalui program link and match antara dunia pelatihan dengan kebutuhan industri,” ujarnya menjawab TrustNews 
Dia pun menambahkan, “Hal ini untuk memastikan agar kompetensi yang dimiliki SDM Indonesia sudah sesuai dengan kebutuhan industri berbasis teknologi digital, seperti halnya revolusi industri 4.0”.
BBPLK Bekasi punya sejarah yang panjang sejak berdiri 35 tahun yang lalu ini, memiliki 4 jurusan kejuruan, yakni refrigeration, pariwisatan, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta elektronika. Untuk dua jurusan yang terakhir ini, menurut Herman, menjadi jurusan unggulan.
“Khusus BBPLK Bekasi mempunyai kejuruan unggulan yaitu TIK dan elektronika. Untuk TIK, kita kembangkan lagi yakni bidang animasi. Animasi menjadi program unggulan kejuruan TIK,” ujarnya. 
Karena bicaranya IT menjadi keunggulan, tentu tidak sebatas animasi saja. Tercatat ada 12 bidang yang dapat dipelajari, mulai dari client server programming, IT software solution for business, graphic designer, computer technician, network profesional, mobile programming, cloud computing, database programmer, web developer, warehouse, animator hingga movie animator.
“kita kembangkan animasi tujuannya ada link and match dengan dunia kerja khususnya dunia pertelivisian, production house dan perfilman, selain itu bisa usaha mandiri dengan kemampuannya yang didapat disini,” paparnya.
Hal sama juga berlaku di Kejuruan Elektronika, antara lain teknisi fiber optic, teknisi V-sat, teknisi audio video, teknisi telepon seluler, surface mount technology, operator otomatisasi elektronika industry dan operator instrument & control, selain untuk kebutuhan mandiri. Adapun teknisi maintenance industrial 4.0 menjadi unggulan Kejuruan Elektronika. Selain itu, pada 2021 BBPLK Bekasi berencana akan membuka program teknisi 1 tahun yaitu Teknisi Otomasi Elektronika Industri dan Mobile Application and Technology. 
“Kita ada kerjasama dengan PT Berca Schindler Lifts ini suatu perusahaan besar dengan Austria. Tiap tahun kita sudah kerja sama merekrut 16 orang. Jadi begitu lulus di sini langsung direkrut. Tidak ada yang menganggur. BBPLK Bekasi juga bekerjasama dengan Puninar Logistics bidang Warehouse Crew Development Programme, sampai dengan tahun 2020 sudah memagangkan sebanyak 240 orang,” ungkapnya.
Tak ketinggalan Kejuruan Pariwisata bidang perhotelan yang meliputi housekeeping dan food beverage service. Kejuruan ini pun selain kemudian juga melakukan kerjasama perekrutan dengan sejumlah pihak, diantaranya PT. Aerofood Indonesia ACS dan Ciputra Hotel Jakara.
“Di Kejuruan Perhotelan yang paling banyak diminati itu barista. Barista ini kita desain programnya memang untuk usaha mandiri atau untuk masuk dunia kerja. Sehingga Barista juga merupakan unggulan di Kejuruan Barista,” ujarnya.
Sebagai informasi, BBPLK Bekasi lebih dikenal dengan nama CEVEST (Centre for Vocational and Extention Service Training) didirikan tahun 1985 dengan bantuan dari pemerintah Jepang sebagai bentuk kerjasama dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan ASEAN. CEVEST diresmikan oleh Perdana Menteri Jepang, Zenko Suzuki, sementara dari Indonesia diwakili oleh Sudomo selaku Menteri Tenaga Kerja dan Hartanto sebagai Menteri Perindustrian.
Beberapa kali terjadi pergantian nama, dari Diklat Instruktur CEVEST pada tahun 1986, kemudian Balai Latihan Instruktur dan Pengembangan (BLIP) pada tahun 1990, hingga menjadi Pusat Pengembangan Pelatihan Tenaga Kerja Industri Jasa (P3TKIJ) pada tahun 2001. Pada tahun 2002, dengan ditambahnya tugas dan fungsi CEVEST untuk melaksanakan pelatihan kerja keluar negeri, berubah lagi menjadi Pusat Pelatihan Kerja Tenaga Kerja Luar Negeri (Puslatker TKLN). Di tahun 2006, CEVEST diberi nama Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (BBPLKLN), hingga akhirnya pada tahun 2017 berubah nama menjadi Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) hingga saat ini.
BBPLK Bekasi, menurut Herman, merupakan satu dari lima Balai Besar yang dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan RI. Sehingga semua siswa yang mendaftar pelatihan di BBPLK, termasuk BBPLK Bekasi, akan memperoleh pelatihan kompetensi keahlian/vokasi. Selain pembekalan keahlian teknis, mereka juga akan dapatkan sertifikasi keahlian dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah melalui proses uji kompetensi oleh LSP.
“Bagi lulusan pelatihan BBPLK Bekasi akan mendapat sertifikasi profesi untuk memudahkannya bekerja di perusahaan atau kewirausahaan. Terutama dalam penempatan kerja sudah sesuai dengan kompetensi yang diinginkan perusahaan,” pungkasnya.(TN)