trustnews.id

Ini Arah Bauran Kebijakan BI dan Pemerintah ke Depan
Dok, Bank Indonesia

TRUSTNEWS.ID — Capaian kinerja dan kuatnya bauran kebijakan ekonomi nasional yang dicapai Indonesia selama ini merupakan landasan kuat ke depan untuk terus maju dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan. Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga di tengah rentetan badai gejolak global.

Capaian pertumbuhan ekonomi termasuk salah satu yang terbaik di EMEs dengan siklus ekonomi dan keuangan yang sedang meningkat. Kuatnya bauran kebijakan ekonomi nasional melalui sinergi erat kebijakan fiskal Pemerintah dengan kebijakan Bank Indonesia serta koordinasi kebijakan dalam KSSK, juga diakui dunia internasional.

Transformasi sektor riil juga terus berlanjut dengan kebijakan industrial, termasuk hilirisasi sumber daya alam, serta kebijakan struktural untuk perbaikan iklim investasi dan pembangunan infrastruktur, didukung oleh program perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

Sinergi yang kuat dalam bauran kebijakan ekonomi nasional itu perlu semakin diperkuat ke depan. Bauran kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2026 akan terus diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas, dalam sinergi erat dengan bauran kebijakan ekonomi nasional.

Kebijakan moneter pada tahun 2026 diarahkan untuk menjaga stabilitas (pro-stability) dengan tetap memanfaatkan ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi (pro-growth). Sementara kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran pada 2026 tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran itu didukung dengan akselerasi pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA). Ini sesuai dengan BPPU 2030 untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter, pengembangan pasar sekunder yang modern dan berstandar internasional, serta perluasan instrumen pembiayaan perekonomian. 

Program pengembangan ekonomi-keuangan inklusif, termasuk UMKM dan ekonomi-keuangan syariah, juga akan terus diperluas. Bank Indonesia juga terus memperkuat transformasi kelembagaan dengan berfokus pada tiga pilar utama, yakni: Penguatan fungsi organisasi dan proses kerja yang terintegrasi;  Percepatan digitalisasi kebijakan dan kelembagaan melalui penyempurnaan business process re-engineering dalam kerangka Integrated Digital Central Bank (IDCB); dan penguatan sumber daya manusia melalui kepemimpinan, pengembangan kapabilitas baru, dan penguatan Employee Value Proposition.

“Sejalan dengan upaya transformasi tersebut, Bank Indonesia sepanjang 2025 meraih 10 (sepuluh) penghargaan internasional yang semakin mengukuhkan citra Bank Indonesia sebagai salah satu bank sentral terbaik di emerging markets,” tutur Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo,  saat menyampaikan paparannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan" yang dilaksanakan di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta (28/11).   

PTBI 2025 ini dirangkai dengan penganugerahan TPID Award, TP2DD Championship, dan BI Award 2025.

Penganugerahan TPID Award 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah dengan kinerja terbaik. TP2DD Championship 2025 bagi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah yang berhasil mengakselerasi digitalisasi keuangan daerah. Sementara penganugerahan BI Award 2025 dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter, sistem keuangan, dan sistem pembayaran kepada 47 mitra strategis.

Bank Indonesia juga menganugerahkan tiga Special Award sebagai bentuk penghargaan kepada Mitra Strategis Bank Indonesia dalam menjaga nasionalisme dan kedaulatan Republik Indonesia serta mendukung semangat Asta Cita hingga ke pelosok negeri. (TN)