trustnews.id

Koperasi Merah Putih: Mesin Baru Penggerak Ekonomi Jakarta
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID - Koperasi Merah Putih hadir sebagai napas baru ekonomi Jakarta. Sosoknya menandai komitmen pemerintah dalam menjadikan koperasi sebagai pilar utama distribusi kesejahteraan di ibu kota.

100% Target Tercapai

Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui lahirnya Koperasi Merah Putih. Program ini dirancang untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal, sekaligus menjadi simbol gotong royong warga Jakarta dalam menghadapi dinamika ekonomi modern.

Menurut Langgeng Suwito, Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta, Koperasi Merah Putih bukan sekadar program, melainkan gerakan ekonomi yang lahir dari masyarakat untuk masyarakat. “Jakarta telah merampungkan pembentukan 267 koperasi desa/kelurahan atau 100 persen target pada Juni 2025. Inisiatif ini telah dilaunching bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional, 21 Juli 2025,” ungkapnya.

Landasan Program

Program ini berangkat dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang menargetkan pembentukan sekitar 8.000 koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia. Khusus di DKI Jakarta, fokus utamanya adalah revitalisasi koperasi aktif, fasilitasi pendirian baru, digitalisasi, hingga mendorong pemasaran online melalui e-order.

Sinergi APBN dan APBD

Dari sisi pendanaan, pemerintah pusat dan daerah memberikan dukungan nyata. Alokasi APBN untuk pengembangan koperasi dan UMKM tahun 2021–2024 mencapai Rp24,2 miliar, dengan tingkat realisasi rata-rata di atas 90 persen. Pada triwulan II 2025, realisasi sudah mencapai Rp294,21 juta dari pagu Rp473,31 miliar (62,16%).

Di sisi lain, APBD DKI Jakarta melalui Dinas PPKUKM juga telah menggelontorkan anggaran signifikan, dengan alokasi yang meningkat setiap tahun. Pada triwulan II 2025, realisasi APBD untuk pengembangan koperasi tercatat Rp89,29 juta dari pagu Rp787,88 juta (11,33%).

“Sinergi APBN dan APBD ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” tegas Langgeng.

Sebaran dan Dampak Nyata

Koperasi Merah Putih di Jakarta tersebar di seluruh wilayah, mulai dari Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Selatan, Barat, Timur, hingga Pusat. Keberadaannya diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan inklusi ekonomi, serta menjadi motor penggerak distribusi kesejahteraan. Secara rinci, jumlah koperasi tersebut mencakup 6 kelurahan di Kepulauan Seribu, 44 kelurahan di Jakarta Pusat, 31 kelurahan di Jakarta Utara, 56 kelurahan di Jakarta Barat, serta masing-masing 65 kelurahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur (Sumber: https://merahputih.kop.id/)

Ruh Gotong Royong

“Gotong royong adalah ruh koperasi. Dengan Koperasi Merah Putih, kita ingin menghadirkan wajah ekonomi Jakarta yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan. Koperasi adalah rumah besar rakyat untuk tumbuh bersama,” tutup Langgeng. Dengan semangat Merah Putih yang dibawa koperasi, Jakarta bersiap melangkah menuju ekosistem ekonomi yang lebih kokoh, sekaligus menjadi model penguatan ekonomi kerakyatan bagi daerah lain di Indonesia.