trustnews.id

Smartport Pelindo III
Terminal Teluk Lamong

Smartport Pelindo III

BISNIS Jumat, 20 September 2019 - 05:30 WIB TN

Pelindo III berinovasi mempercepat dan mempermudah proses pelayanan jasa pelabuhan dengan melakukan inovasi dan digitalisasi.

Wajah kemaritiman dunia telah jauh berubah. Perkembangan teknologi melahirkan pelabuhan pintar (smartport). Pelabuhan Hamburg di Jerman, Rotterdam di Belanda dan Los Angeles di Amerika kerap dijadikan rule model bagi operator pelabuhan di seluruh dunia.
Begitu juga dengan Indonesia, PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero), tercatat telah dua tahun belakangan ini bertransformasi diri dalam digitalisasi dan otomatisasi di sektor pelabuhan.
Hasilnya, fasilitas shore power connection Terminal Berlian, Terminal Teluk Lamong dan Pelabuhan Tanjung Emas. Sebuah fasilitas yang digunakan untuk mensuplai listrik ke kapal, sehingga kapal tidak lagi menghidupkan mesin selama bersandar. Sekaligus mengurangi tingkat emisi di pelabuhan.  
Begitu juga dengan Port Operation Command Center (POCC) di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur, pada Desember 2018. POCC sendiri merupakan pusat kendali informasi yang memiliki waktu kerja 24/7 untuk memudahkan kegiatan dalam pengambilan keputusan, mengkoordinasikan, memonitor, mengontrol dan mengendalikan seluruh tindakan sebagai respon terhadap pelayanan kapal dan terminal.
Kedepannya POCC akan dikembangkan oleh masing-masing Regional (Kalimantan, Bali dan Semarang) yang masuk dalam wilayah Pelindo III, sehingga mampu menjadi tools Regional untuk melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan operasional seluruh pelabuhan/terminal di unit kerjanya masing-masing. 
Itu belum termasuk penerapan Integrated Billing System. Sebagai sistem pembayaran jasa kepelabuhanan berbasis elektronik yang memiliki layanan, antara lain e-registration, e-booking, e-tracking, e-payment, e-invoice, e-billing dan e-care. 
Sekretaris Perusahaan Faruq Hidayat, menjelaskan, Pelindo III berperan aktif memodernisasi peralatan-peralatan bongkar muat hingga otomatisasi, digitalisasi operasional pelabuhan, serta mendorong terminal petikemas internasional agar melayani kapal pelayaran internasional dengan rute direct call. Selain itu,  Pelindo III juga memagangkan dan menyekolahkan SDM nya ke luar negeri untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM.
“Berbagai layanan dan inovasi bisnis terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan daya saing produk nasional,” ujarnya dalam sebuah perbincangan dengan TrustNews.
Sebagai wujud komitmen pengamanan pelabuhan dan fasilitasnya, lanjutnya, standart International Ship and Port Facility Security (ISPS Code) hampir di semua terminal petikemas yang dikelola oleh Pelindo III. 
Hal itu dilakukan, kawasan pelabuhan tergolong vital dan ISPS Code diperlukan untuk pengamanan kapal yang bersandar di wilayah terminal pelabuhan yang berstandar internasional. Termasuk, layanan penumpang, terminal penumpang juga dilengkapi dengan mesin X-ray untuk memindai barang-barang penumpang kapal laut.
“Setiap kapal yang bersandar, termasuk fasilitas di dalamnya, wajib dilakukan pengamanan sesuai dengan standar keamanan internasional,” ujarnya.
Saat ini pun, lanjutnya, Pelindo III telah menerapkan berbagai aplikasi untuk memudahkan para pengguna jasa. Aplikasi tersebut, yakni Aplikasi Anjungan, Aplikasi Meeting Online dan Aplikasi Home Terminal. 
“secara singkat kegunaan aplikasi Anjungan untuk booking kegiatan pelayanan kapal bagi customer, aplikasi Meeting Online memudahkan pengguna jasa dan penyedia jasa kepelabuhanan kini tidak perlu lagi bertatap muka secara fisik, cukup menggelar rapat secara online. Sedangkan Home Terminal merupakan aplikasi pelayanan kapal, barang, bongkar muat dan logistik,” paparnya.
Pelindo III, lanjutnya, selalu berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan meningkatkan utilisasi alat di 43 pelabuhan  di lingkungan Pelindo III.
“Kami tingkatkan kinerja di pelabuhan dan selalu berinovasi untuk menekan biaya logistik mulai dari system window untuk kapal yang akan bersandar di pelabuhan hingga proses bongkar muat yang kami atur sedemikian rupa sehingga kinerja yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan tercapai,” pungkasnya. (TN)