trustnews.id

Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BPVP) Samarinda Mencetak Tenaga Kerja Yang Kompeten Dan Siap Kerja
Dok, Istimewa

TRUSTNEWS.ID - Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda merupakan unit pelaksana teknis bidang pelatihan. Tugasnya melaksanakan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas, sertifikasi kompetensi serta konsultasi dan peningkatan jejaring di bidang pelatihan vokasi dan produktivitas.

Jenis pelatihan yang dikembangkannya meliputi, pelatihan berbasis kompetensi, yang mana mencakup penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Selain itu juga berupaya terus mengikuti kebutuhan dunia industri serta dunia usaha. “Dengan demikian SDM yang kami hasilkan merupakan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja,” sergah Kepala BPVP Samarinda, Tuti Haryanti kepada Trustnews belum lama ini.  

Sesuai Permenaker Nomor 1 Tahun 2023, tugas pokok yang dikedepankan BPVP Samarinda sebagai Balai Kelas I adalah melaksanakan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas, sertifikasi kompetensi, serta konsultansi dan peningkatan jejaring di bidang pelatihan vokasi serta produktivitas. 

Jenis pelatihan yang dikedepankan adalah pelatihan berbasis kompetensi, mencakup penguasaan, pengetahuan, kete-rampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh SKKNI dan mengikuti kebutuhan dunia industri serta dunia usaha. “Dengan demikian SDM yang dihasilkan merupakan SDM yang kompeten dan siap kerja,” sergah Tuti Haryanti lagi.

Calon SDM yang dicetak disini juga sangat sigap dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0.  Langkah ini juga merupakan terobosan yang dikembangkan Menteri Ketenagakerjaan RI, Hj. Ida Fauziah. “Secara khusus, tantangan Revolusi 4.0 dijawab melalui Pengembangan ekosistem Digital SIAPkerja dengan arah kebijakan mengembangkan sistem informasi dan pelayanan ketenagakerjaan sebagai ekosistem digital ketenagakerjaan terbesar di Indonesia melalui Aplikasi SIAPKerja (siapkerja. kemnaker.go.id) yang terintegrasi,” ungkapnya. 

Keahlian teknologi yang diberikan sesuai dengan kompetensi yang berkembang dengan dunia kerja saat ini, seperti halnya Pemrograman Embedded System Berbasis IOT, pemrograman Smart Home, Junior Web Programmer, pengoperasian Mesin CNC dengan Program CAM dan masih banyak lainnya. 

Menurutnya, langkah ini juga merupakan bagian dari BPVP Samarinda dalam membenahi diri. Pembenahan diri tersebut juga ditandai dengan penggunaan sistem digital seperti penyelenggaraan Rekrutmen secara online melalui penggunaan aplikasi SIAPKerja untuk pendaftaran, dan CBT, Zoom untuk seleksi tertulis dan wawancara. Selain itu juga menggunakan Aplikasi SIKU untuk sistem informasi keuangan; Aplikasi SIDIN sebagai bagian tata kelola administrasi perjalanan dinas; dan lainnya. 

Seluruh instruktur BPVP Samarinda juga dilengkapi dengan kemampuan melalui pelatihan dasar maupun upskilling, baik di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan maupun di dunia industri dalam rangka meng-update kompetensi Instruktur sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri. “Semua instruktur di BPVP Samarinda telah memiliki Sertifikat Teknis dan Metodologi sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan,” tambahnya bangga. 

Tidak hanya itu, BPVP juga mengembangkan sinergi melalui kerjasama yang dijalin melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri (FKLPI) dan Skill Development Center (SDC), yang terdiri dari unsur Akademisi (Lembaga diklat, sekolah SMA/SMK, dan perguruan tinggi), Bisnis (dunia industri), Community (Asosiasi seperti APINDO, KADIN, IHGMA, PHRI) Dan yang tidak kalah penting juga menjalin sinergi dengan  pemerintah pusat dan daerah setempat. 

Tapi sayangnya, dengan fasilitas dan kemampuan yang dimiliki BPVP Samarinda, minat calon peserta terhadap program pelatihan tertentu masih kurang padahal permintaan industri cukup banyak. Kendala lainnya adalah alumni yang tidak bersedia ditempatkan di daerah jauh dari lokasi tempat tinggal, padahal ada kebutuhan industri di sana. 

“Semoga BPVP Samarinda dapat terus menghasilkan SDM yang kompeten, berdaya saing dan siap ditempatkan untuk memenuhi tantangan kerja,” harap Tuti Haryanti.